Marketing22 Juli 2026 · 6 menit baca

Cara Menghitung CPC: Rumus, Contoh, dan Cara Menurunkannya

Riza Bahasuan

Riza Bahasuan

The Architect · Zalnative

Bagikan
Cara Menghitung CPC: Rumus, Contoh, dan Cara Menurunkannya

CPC adalah singkatan dari Cost Per Click, yaitu biaya rata-rata yang Anda bayar untuk setiap satu klik pada iklan. Cara menghitung CPC: bagi total biaya iklan dengan jumlah klik yang didapat.

CPC = Total Biaya Iklan ÷ Jumlah Klik

Contohnya, kalau Anda membelanjakan Rp 500.000 dan mendapat 1.500 klik, maka CPC Anda = Rp 500.000 ÷ 1.500 = Rp 333 per klik.

Sampai sini mudah. Tapi ada satu hal tentang CPC yang jarang dijelaskan dan mengubah cara Anda memperbaikinya: CPC sebenarnya bukan angka yang bisa Anda atur langsung. Ia hasil dari dua metrik lain.

Cara Menghitung CPC dari CPM dan CTR

Banyak pengiklan mencoba menurunkan CPC dengan mengutak-atik setelan bid. Padahal CPC adalah keluaran dari dua hal yang lebih mendasar: berapa mahal tayangan Anda, dan seberapa sering tayangan itu diklik.

CPC = CPM ÷ (10 × CTR dalam persen)

Mari buktikan dengan angka. Misalkan CPM Anda Rp 5.000 dan CTR Anda 1,5%. Maka CPC = Rp 5.000 ÷ (10 × 1,5) = Rp 5.000 ÷ 15 = Rp 333. Sama persis dengan hasil perhitungan langsung di atas.

Kenapa ini penting? Karena artinya hanya ada dua cara menurunkan CPC:

  • Turunkan CPM, yaitu buat tayangan Anda lebih murah.
  • Naikkan CTR, yaitu buat iklan Anda lebih sering diklik.

Dan dari keduanya, menaikkan CTR hampir selalu lebih mudah dan lebih berdampak. Menaikkan CTR dari 1% ke 2% memotong CPC Anda tepat setengahnya, tanpa menyentuh setelan bid sama sekali. Inilah alasan kenapa memperbaiki materi iklan sering menurunkan biaya lebih cepat daripada mengoptimalkan target.

Berapa CPC yang Wajar?

Tidak ada angka baku. CPC berbeda jauh antar industri, kata kunci, dan platform. Di Google Ads, kata kunci dengan niat beli tinggi seperti nama layanan profesional bisa berkali-kali lipat lebih mahal daripada kata kunci informasi. Di Meta Ads, CPC sangat bergantung pada penempatan dan seberapa menarik materi Anda.

Yang berguna bukan membandingkan dengan angka orang lain, melainkan menjawab satu pertanyaan: apakah CPC ini masih masuk hitungan bisnis Anda?

Cara mengeceknya sederhana. Kalau dari 100 klik biasanya 2 orang membeli, berarti Anda butuh 50 klik untuk satu pembelian. Dengan CPC Rp 333, biaya mendapatkan satu pembelian adalah sekitar Rp 16.650. Bandingkan angka itu dengan margin per penjualan Anda. Kalau margin Anda Rp 100.000, CPC itu sangat sehat. Kalau margin Anda Rp 15.000, Anda sedang rugi meski CPC-nya terlihat murah.

Dengan kata lain, CPC hanya bisa dinilai bersama tingkat konversi dan margin Anda, tidak pernah sendirian.

Kenapa CPC Murah Belum Tentu Bagus

Sama seperti CPM, klik yang murah biasanya murah karena suatu alasan.

Klik murah sering datang dari orang yang tidak berniat membeli. Kata kunci umum dan audiens luas menghasilkan klik banyak dan murah, tapi jarang berujung transaksi.

Judul yang memancing menurunkan CPC dan merusak konversi. Iklan bernuansa “gratis” mudah diklik, sehingga CTR naik dan CPC turun. Tapi kalau halaman tujuannya tidak sesuai harapan, semua klik murah itu menguap tanpa hasil.

Penempatan tertentu menghasilkan klik tak sengaja. Murah di laporan, tidak berarti apa-apa di kenyataan.

Karena itu CPC selalu perlu dibaca berbarengan dengan biaya per pembelian dan ROAS. CPC Rp 2.000 yang menghasilkan pembeli jauh lebih berharga daripada CPC Rp 200 yang tidak menghasilkan apa-apa.

Cara Menurunkan CPC

Karena CPC adalah hasil dari CPM dan CTR, semua perbaikan bermuara ke dua arah itu. Diurutkan dari yang biasanya paling cepat berdampak:

Perbaiki materi iklan lebih dulu. Ini jalur tercepat, karena bekerja lewat CTR. Uji sudut pesan yang berbeda, bukan sekadar warna dan tata letak.

Cocokkan pesan dengan audiensnya. Iklan yang berbicara tepat ke situasi pembacanya mendapat klik lebih banyak dari tayangan yang sama.

Rotasikan materi sebelum lelah. Materi yang jenuh menurunkan CTR dan menaikkan CPM sekaligus, jadi CPC naik dari dua arah.

Di Google Ads, rapikan kata kunci. Tambahkan kata kunci negatif untuk menyaring pencarian yang jelas bukan pembeli, dan perketat jenis pencocokan kata kunci yang terlalu longgar.

Perbaiki relevansi halaman tujuan. Di Google Ads, halaman yang relevan menaikkan skor kualitas, dan skor kualitas yang baik menurunkan biaya per klik Anda secara langsung.

Kalau CPC sudah wajar tapi penjualan belum menyusul, masalahnya sudah pindah ke penawaran dan halaman tujuan. Ini yang kami tangani di layanan Google Ads dan Meta Ads.

Kapan Pakai CPC, Kapan Pakai CPM

Keduanya adalah cara platform menagih Anda, dan pilihannya bergantung tujuan kampanye.

Penagihan per klik cocok ketika yang Anda butuhkan adalah kunjungan. Anda hanya membayar saat ada yang benar-benar mengklik, jadi risikonya lebih kecil ketika Anda belum tahu materi mana yang menarik.

Penagihan per tayangan cocok ketika yang Anda kejar adalah jangkauan, misalnya memperkenalkan merek ke audiens baru, dan Anda sudah cukup yakin materinya menarik.

Dalam praktiknya, kampanye penjualan di Meta Ads umumnya lebih baik dioptimalkan ke hasil akhir seperti pembelian, bukan ke klik. Mengoptimalkan ke klik mendatangkan banyak pengunjung yang murah, tapi belum tentu pembeli.

Beda CPC, CPM, dan CPA

  • CPM — biaya per 1.000 tayangan. Harga membeli perhatian.
  • CPC — biaya per klik. Harga membawa orang ke halaman Anda.
  • CPA — biaya per hasil, misalnya per pembelian. Harga mendapatkan pelanggan.

Ketiganya berurutan dalam satu corong. CPM di paling awal, CPA di paling ujung. Kalau hanya boleh memantau satu angka setiap hari, pilih CPA, karena itu yang paling dekat dengan uang yang benar-benar masuk.

Pertanyaan Umum tentang CPC

Kenapa CPC saya naik padahal bid tidak diubah?

Biasanya karena CTR turun atau CPM naik. Materi iklan yang mulai jenuh menyebabkan keduanya sekaligus, sehingga CPC ikut naik tanpa Anda menyentuh setelan apa pun.

Apa itu CPC maksimum di Google Ads?

Itu batas tertinggi yang Anda izinkan dibayar untuk satu klik. Berbeda dengan CPC aktual, yang biasanya lebih rendah dari batas tersebut karena harga akhir ditentukan lelang.

CPC rendah tapi tidak ada penjualan, kenapa?

Kemungkinan besar klik Anda datang dari orang yang tidak berniat membeli, atau halaman tujuannya tidak meyakinkan. Periksa tingkat konversi halaman sebelum menyalahkan iklannya.

Lebih baik CPC rendah atau CTR tinggi?

Pertanyaannya keliru, karena keduanya terhubung: CTR yang naik otomatis menurunkan CPC. Fokuslah menaikkan CTR dengan materi yang relevan, dan CPC akan mengikuti.

Itulah cara menghitung CPC dan alasan kenapa memperbaikinya selalu dimulai dari CTR dan CPM, bukan dari setelan bid.

Bagikan

Ingin brand Anda setara dengan kualitas produknya?

Mulai dari Brand Audit, 30 menit untuk memetakan langkah yang tepat.

Mulai Dari Sini

Cari tahu di mana brand Anda bocor

Mulai dengan Brand Audit, 30 menit untuk memetakan kondisi brand Anda dan langkah yang tepat berikutnya. Gratis, tanpa komitmen.