
Landing page adalah halaman tunggal yang dirancang untuk satu tujuan spesifik, biasanya membuat pengunjung melakukan satu tindakan: membeli, mengisi formulir, atau menghubungi Anda. Cara membuat landing page dimulai dari menentukan satu tindakan itu, lalu membuang semua elemen yang tidak mendukungnya.
Bedanya dengan halaman biasa terletak pada fokus. Halaman depan situs Anda melayani banyak orang dengan banyak kebutuhan, sehingga menyediakan banyak pilihan. Landing page melayani satu jenis pengunjung dengan satu kebutuhan, sehingga hanya menyediakan satu pilihan.
Prinsip itu terdengar sepele, tapi konsekuensinya besar, terutama kalau Anda sedang membayar iklan untuk mendatangkan pengunjung. Bagian berikutnya menjelaskan kenapa.
Beda Landing Page dan Homepage
Keduanya sama-sama halaman web, tapi tugasnya bertolak belakang.
Homepage bertugas mengarahkan. Ia menjawab “ini perusahaan apa” lalu mempersilakan pengunjung memilih ke mana: layanan, tentang kami, portofolio, kontak. Keberhasilannya diukur dari apakah orang menemukan yang mereka cari.
Landing page bertugas mengonversi. Ia menjawab satu pertanyaan spesifik dan mengarahkan ke satu tindakan. Keberhasilannya diukur dari berapa persen pengunjung yang melakukan tindakan itu.
Karena itu landing page yang baik biasanya justru menghilangkan menu navigasi. Setiap tautan tambahan adalah pintu keluar, dan setiap pintu keluar menurunkan kemungkinan pengunjung menyelesaikan apa yang Anda inginkan.
Kenapa Iklan Sebaiknya Tidak Diarahkan ke Homepage
Ini kesalahan yang paling mahal, dan paling sering ditemui.
Anda memasang iklan untuk produk tertentu, lalu mengarahkan kliknya ke halaman depan. Pengunjung datang dengan satu pertanyaan di kepala, tapi yang disambutkan adalah beranda umum berisi enam layanan. Mereka harus mencari sendiri produk yang tadi diiklankan, dan sebagian besar tidak mau repot. Mereka pergi.
Kerugiannya berlipat, karena Anda sudah membayar kliknya. Dengan CPC Rp 2.000, seratus pengunjung yang kabur berarti Rp 200.000 hangus tanpa hasil. Dan karena ROAS dihitung dari penjualan dibagi biaya iklan, halaman tujuan yang salah menurunkan ROAS Anda secara langsung, betapapun bagusnya materi iklan yang dipasang.
Aturan praktisnya sederhana: satu iklan, satu janji, satu halaman yang menepati janji itu. Kalau iklan Anda bicara soal paket A, halaman tujuannya harus langsung membahas paket A, bukan menu berisi paket A sampai F.
Elemen Wajib Landing Page yang Konversi
Urutannya penting, karena pengunjung membaca dari atas dan berhenti kapan saja.
Judul yang menyambung dengan iklan. Kalimat pertama harus mengulang janji yang membuat mereka mengklik. Kalau iklannya bilang “gratis konsultasi”, judul halaman harus menyebut gratis konsultasi. Ketidakcocokan di sini membuat orang merasa salah alamat dan langsung menutup halaman.
Satu kalimat penjelas di bawah judul. Menjelaskan untuk siapa dan apa manfaatnya, tanpa jargon.
Bukti bahwa Anda bisa dipercaya. Testimoni dengan nama dan wajah, logo klien, angka hasil, atau foto pengerjaan. Ini yang menjembatani jarak antara tertarik dan yakin.
Penjelasan manfaat, bukan daftar fitur. Tulis apa yang berubah dalam hidup atau bisnis mereka, bukan spesifikasi teknis produk.
Jawaban atas keberatan. Mahal? Ribet? Butuh berapa lama? Kalau tidak Anda jawab di halaman, mereka menjawab sendiri dengan asumsi terburuk lalu pergi.
Satu tombol tindakan, diulang beberapa kali. Tulisannya spesifik. “Minta Penawaran” jauh lebih baik daripada “Kirim”, karena menjelaskan apa yang terjadi setelah diklik.
Cara Membuat Landing Page, Langkah demi Langkah
1. Tentukan satu tindakan yang Anda inginkan. Beli, isi formulir, atau chat WhatsApp. Pilih satu. Kalau Anda menginginkan tiga hal sekaligus, biasanya tidak ada satu pun yang tercapai.
2. Tulis untuk satu jenis pengunjung. Bayangkan satu orang spesifik dengan satu masalah. Halaman yang mencoba berbicara ke semua orang tidak terasa relevan bagi siapa pun.
3. Susun kerangkanya sebelum mendesain. Tulis dulu urutan pesannya dalam bentuk teks polos. Desain yang bagus di atas pesan yang lemah tetap tidak menjual.
4. Buang semua yang tidak mendukung tindakan tadi. Menu navigasi, tautan ke artikel lain, tombol media sosial. Semuanya pintu keluar.
5. Pastikan cepat dan rapi di HP. Sebagian besar pengunjung iklan datang dari ponsel. Halaman yang lambat kehilangan pengunjung sebelum sempat dibaca.
6. Pasang pelacakan sebelum menyalakan iklan. Tanpa data konversi, Anda tidak akan tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.
7. Uji satu elemen dalam satu waktu. Mulai dari judul, karena itu yang dampaknya paling besar.
Kesalahan Umum pada Landing Page
Terlalu banyak pilihan. Setiap tambahan tautan membagi perhatian dan menurunkan konversi.
Formulir terlalu panjang. Setiap kolom tambahan mengurangi jumlah yang mengisi. Minta hanya yang benar-benar Anda butuhkan untuk menindaklanjuti.
Bicara tentang diri sendiri. Halaman yang dibuka dengan sejarah perusahaan membuang bagian paling berharga: beberapa detik pertama.
Tombol yang tersembunyi di paling bawah. Sebagian pengunjung sudah siap bertindak sejak awal. Beri mereka jalan.
Janji di iklan tidak sama dengan isi halaman. Penyebab paling umum konversi rendah, dan paling mudah diperbaiki.
Contoh Struktur Landing Page yang Bisa Anda Tiru
Susunan berikut cocok untuk sebagian besar bisnis jasa maupun produk:
- Judul berisi janji utama, plus satu kalimat penjelas dan satu tombol
- Bukti singkat: logo klien atau satu angka hasil
- Masalah yang dirasakan pembaca, ditulis dengan kata-kata mereka sendiri
- Solusi Anda, dijelaskan sebagai manfaat
- Cara kerjanya dalam tiga sampai empat langkah
- Testimoni lengkap dengan nama dan konteks
- Jawaban atas keberatan yang paling sering muncul
- Penawaran ditegaskan ulang, dengan tombol yang sama
Struktur ini bukan aturan mati, tapi titik awal yang jauh lebih baik daripada halaman kosong. Kalau Anda ingin halaman seperti ini dibangun dan dihubungkan langsung ke kampanye iklan, itu yang kami kerjakan di layanan Pembuatan Website, Meta Ads, dan Google Ads.
Pertanyaan Umum tentang Landing Page
Apa bedanya landing page dan website?
Website adalah kumpulan banyak halaman dengan banyak tujuan. Landing page adalah satu halaman dengan satu tujuan. Sebuah website bisa memuat beberapa landing page di dalamnya.
Apakah landing page harus punya domain sendiri?
Tidak. Landing page umumnya cukup diletakkan sebagai halaman di dalam situs Anda yang sudah ada. Domain terpisah justru membuat pengukuran dan pengelolaan lebih rumit tanpa manfaat yang sepadan.
Berapa panjang landing page yang ideal?
Sepanjang yang dibutuhkan untuk menjawab semua keberatan pembaca, tidak lebih. Produk murah dan mudah dipahami butuh halaman pendek. Layanan mahal dengan pertimbangan panjang biasanya butuh halaman yang lebih panjang.
Kenapa landing page saya ramai dikunjungi tapi tidak ada yang membeli?
Paling sering karena tiga hal: janji di iklan tidak sama dengan isi halaman, tidak ada bukti yang meyakinkan, atau tindakan yang diminta terasa terlalu berisiko. Periksa ketiganya berurutan sebelum mengubah desain.
Itulah cara membuat landing page yang benar-benar bekerja: satu tujuan, satu janji, dan setiap elemen di halaman mendukung tindakan yang sama.
Layanan terkait
Ingin brand Anda setara dengan kualitas produknya?
Mulai dari Brand Audit, 30 menit untuk memetakan langkah yang tepat.
Mulai Dari Sini


