Dalam proses pembuatan produk atau organisasi, tak luput dari pemberian nama brand yang bagus. Nama brand yang bagus bukan hanya sebagai pemanis produk atau organisasi, namun juga “pengingat” brand, bukan hanya ingat pada nama, namun juga pada posisi brand tersebut.

Jika ada nama brand Kecap Bango, maka akan teringat si Malika, kedelai hitam, atau jika diminta untuk mengingat nama brand mobil terjangkau untuk keluarga, maka akan teringat Toyota Avanza.

Untuk mempelajari bagaimana cara membuat nama brand, silahkan kunjungi halaman berikut: Cara Membuat Nama Brand Dengan 7 Langkah. Pada artikel ini kita akan membahas beberapa kriteria yang dapat dijadikan patokan untuk memilih nama brand yang bagus.

Artikel ini sangat baik untuk dibaca oleh Sahabat UKM yang sudah memiliki beberapa alternatif nama brand, jika belum memiliki nama brand, silahkan membaca artikel disini terlebih dahulu, kalau sudah baru lanjutkan agar bisa mengikuti. Siap ya?

Baik, terdapat lima hal yang bisa menjadi kriteria Sahabat UKM dalam memilih nama brand yang bagus. Kriteria ini juga kami gunakan dalam memili nama brand untuk klien.-klien kami.

Memorable

Nama brand yang bagus haruslah mudah diingat. Dua hal yang bisa membuat nama mudah diingat adalah penulisan yang singkat dan pengucapan yang mudah.

Nama brand sebaiknya memilki satu sampai tiga suku kata, empat suku kata sudah cukup, jika terpaksa lebih dari itu, buatlah menjadi singkatan hingga maksimal empat suku kata.

Perhatikan pula pengucapannya, terutama bagaimana pengucapannya target pasar. Terutama penggunaan bahasa asing, pertemuan huruf konsonan, dan kombinasi angka dan huruf (sebaiknya dihindari).

Jadilah Unik

Nama brand juga memiliki berfungsi sebagai pembeda, maka baik dari penulisan dan pengucapan harus berbeda. Kecuali jika ingin dianggap sebagai follower.

Banyak sekali kasus pemberian nama yang kami temukan memiliki kemiripan pengucapan antara satu produk dengan produk sejenis. Selain menjadikannya brand follower, rentan tidak bisa diaftarkan atau bisa digugat oleh pemilik nama asli.

Maka dari itu penting untuk mengecek kembali apakah nama tersebut sudah digunakan atau belum.

Hukum Online: Mendaftarkan Nama Yang Mirip

Relevan dan Positif

Nama brand yang bagus sebaiknya memiliki relevansi dengan posisi brand dan juga yang terpenting tidak memiliki arti negatif dalam bahasa dan budaya target pasar.

Mungkin dulu pernah trend nama nama makanan dengan nama Rawon Setan, Mie Setan, Es Genderuwo, Es Kuburan dan lain sebagainya, bagi sebagian konsumen nama tersebut tidak masalah dan memilih makan ditempat tersebut, namun bagi beberapa kalangan tidak ingin makan disana karena nama yang digunakan tidak baik.

Untuk brand yang ingin go internasional, sangat perlu untuk memperhatikan nama brand dari sisi aksen dan budaya. Terkadang perlu penyesuaian bahasa agar penyebutan menjadi mudah untuk kelompok masyarakat tersebut, seperti Brand Royco di Indonesia memiliki nama lain Knorr di Eropa.

Dapat Dikembangkan

Bagi Sahabat UKM yang ingin brand-nya terus menjadi besar, maka perlu memikirkan bagaimana nama brand tersebut, apakah tetap sama, akan berubah atau ada penambahan nama.

Misalkan ingin membuat nama brand hijab, suatu saat ingin berkembang menjadi butik, apakah brand hijab akan berubah menjadi brand butik atau brand hijab memiliki brand butik.

Contoh:

  • Hijab Fatima menjadi Butik Fatima, atau
  • Hijab Fatima memiliki Butik Amanda by Fatima
  • Hijab Fatima menjadi Butik Fatima, Rumah Cantik Fatima, TPQ Fatima

Ini yang dikatakan sebagai arsitektur brand. Struktur brand didalam sebuah bisnis, mengatur hubungan antara brand perusahaan dengan brand produk.

Dapat Dibayangkan

Nama brand yang bagus akan menjadi “anchor” bagi konsumen, selain mengingatkan terhadap posisi brand, nama juga bisa membuat konsumen membayangkan sesuatu tentang brand.

Mudahnya, jika konsumen mendengar atau membaca nama tersebut, maka apa yang terbayang dibenak kosumen. Ketika membaca nama “Doraemon”, maka yang terbayang robot kucing, atau robot rakun?

Disinilah logo dan iklan tematik memiliki peran, yaitu sebagai pengingat si konsumen bahwa nama brand tersebut memiliki kaitan dengan gambar tertentu sehingga apa yang dibayangkan sesuai dengan harapan pemilik brand.

Nah, lima hal diatas dapat dijadikan kriteria Sahabat UKM dalam memilih nama brand yang bagus. Jika ada pertanyaan terkait hal ini, bisa komen dibawah, kami akan senang menjawabnya.

Semangat #HidupkanBrand !