Dalam proses membuat nama brand, ada tahapan dimana Sahabat UKM menentukan jenis nama brand yang cocok dengan brand positioning. Tahapan membuat nama brand bisa dibaca di artikel ini: Membuat Nama Brand

Menentukan jenis nama brand akan membantu Sahabat UKM dalam memberikan nama yang cocok. Terdapat banyak jenis nama brand yang digunakan di dunia ini, dan ada tujuh jenis nama yang sering digunakan, tiga pertama yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Founder

Jenis nama brand ini cukup sering kita temukan dimana nama pemilik menjadi nama brand. Jenis nama ini sering kita temukan di warung warung pinggir jalan, seperti Warung Nasi Campur Bu Nur, Warung Soto Pak Eko, Bakso Cak Iwan dan banyak lainnya.

Selain warung, ada juga brand yang sudah besar menggunakan nama pemiliknya sebagai nama brand seperti Rai Fitness, Johnny Andrean, Ayam Goreng Suharti, Gudeg Yu Djum dan Sambal Bu Rudi.

Adapun kelebihan jenis nama brand ini terbilang cukup mudah, hanya menggunakan nama pemilik nama brand sudah jadi.

Namun perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Jika dalam perjalanannya nama brand menjadi brand hell maka citra pemilik-nya pun juga ikut terpengaruh, begitu pula sebaliknya.
  • Perlu upaya untuk membuat brand menjadi mandiri tanpa harus ada kehadiran pemilik, karena terkadang konsumen loyal pada pemilik bisnis, bukan bisnis itu sendiri.
  • Nama pemilik yang terlalu umum dan banyak digunakan menjadikan brand kurang unik dan bermasalah pada saat pendaftaran, kecuali memiliki nama belakang yang unik.
  • Itu beberapa pertimbangan jika ingin menggunakan jenis nama brand berdasarkan founder atau pemilik brand.

Deskriptif

Jenis nama brand ini juga banyak digunakan, dimana nama brand diambil dari manfaat produk baik dari sisi fungsional maupun emosional. Seperti BukaLapak, Tokopedia, What’s Up Cafe, Billionaire Store, Donat Lumer, dan Hawa Gym.

Penggunaan nama ini memudahkan konsumen untuk mengingat value dari brand tersebut dan memudahkan pemasar untuk membuat asosiasi visual brand dalam komunikasi pemasaran.

Dan mengunakan nama ini juga memiliki beberapa pertimbangan, seperti:

  • Manfaat fungsional dan emosional yang terlalu umum membuat jenis nama brand deskriptif sudah digunakan brand lain, perlu pengecekan mendalam.

Metafora

Jenis nama brand metafora berupa frasa kiasan yang mewakili posisi brand. Jenis nama brand ini cukup baik untuk digunakan karena sifatnya yang unik dan masih memiliki relevansi dengan brand baik secara fungsional maupun emosional.

Brand yang telah menggunakan nama brand metafora adalah Warunk Upnormal, Eiger, Krisna, Wardah, Dagadu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunakan nama ini adalah:

  • Perlu upaya sosialisasi keterkaitan antara nama, makna dan brand positioning.
  • Sebaiknya gunakan metafora yang positif untuk menghindari kesan yang buruk terhadap brand.

Akronim

Jenis nama brand ini menggunakan singkatan yang bisa berasal dari nama pemilik atau desikripsi produk. Singkatan dapat diambil dari huruf pertama dari setiap kata atau penggabungan kata menjadi satu frasa.

Pemberian nama yang terlalu panjang bisa disingkat untuk mempermudah konsumen mengingat brand tersebut.

Brand yang menggunakan nama brand akronim diantaranya: BCA, BNI, J.Co, CFC, DFC Duo, JNE, TIKI. Klub Bola dan organisasi sosial juga sering menggunakan nama jenis ini seperti: Persija, Persebaya, Persib, dan Unicef.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan nama ini adalah:

  • Pemberian nama singkatan yang terdiri dari tiga huruf biasanya memiliki biaya investasi yang cukup tinggi untuk alamat website.
  • Singkatan yang dibuat harus tetap mudah diucapkan dan diingat. Singkatan yang terlalu panjang apalagi semuanya huruf konsonan akan mempersulit untuk diingat.

Geografis

Jenis nama ini cocok digunakan jika memiliki kekuatan indikasi geografis. Seperti kuliner atau busana khas daerah.

Jenis nama brand geografis tidak hanya diambil dari daerah produk tersebut dibuat, namun juga ciri khas budaya juga bisa diangkat.

Brand yang menggunakan jenis nama brand geografis diantaranya: Pia Legong, Batik Trusmi, Toko Sepatu Cibaduyut.

Dan perlu diperhatikan bahwa pemberian nama brand dengan indikasi geografis bisa menjebak UKM dalam komoditas. Maka siasati dengan memadukan indikasi geografis dengan brand positioning.

Invented

Jenis nama brand ini jumlahnya tidak banyak namun cukup diminati karena keunikannya yang original.

Ya, jenis nama brand ini adalah nama yang ditemukan, terkadang dari perpaduan Bahasa dan kosakata yang kemudian dimodifikasi seperti: Joger, Oshilova, Zanana, Yubi Store, Zalnative.

Jenis nama ini tentunya akan memudahkan proses pendaftaran merek dan domain karena keunikannya. Namun juga perlu diperhatikan penyebutan dan relevansinya dengan posisi brand.

Kombinasi

Tidak menutup kemungkinan pemberian nama menggabungkan beberapa jenis nama brand diatas. Seperti Adidas yang merupakan akronim dari pendirinya yaitu Adolf dan Dasler, KFC yang akronim dari Kentucky Fried Chiken (indikasi geografis) dan juga J.Co yang kepanjangan dari Johnny Coffee.

Pemberian nama dengan kombinasi jenis jenis nama brand memberikan ruang kreatifitas bagi Sahabat UKM. Tak jarang ada yang memadukan dua bahasa asing yang kemudian disingkat dan jadilah nama baru seperti Oshilova.

Apapun jenis nama brand yang dipilih, pastikan memenuhi kriteria nama yang baik, salah satunya mudah diingat dan relevan.