Case Study · Google Ads · Manufaktur Kusen & Aluminium
Manufaktur Kusen & Aluminium
Dari 7.609 klik tanpa satu pun konversi, menjadi 37 konversi setelah campaign dirombak total. Bukti bahwa klik ramai bukan berarti iklan bekerja.
37
Konversi (setelah)
0
Konversi (sebelum)
9,42%
CTR
7.609
Klik terbuang (sebelum)
Angka diambil langsung dari dashboard campaign yang berjalan, bukan estimasi.
Tantangan
Ketika kami mengambil alih akun ini, di dalamnya sudah ada campaign warisan pengelola sebelumnya yang sekilas terlihat sukses. Angkanya ramai: 90.432 tayangan, 7.609 klik, CTR 8,41%, dengan biaya per klik yang sangat murah di angka Rp 374. Di atas kertas, siapa pun akan menyebutnya berhasil. Tapi ada satu angka yang membongkar semuanya, yaitu jumlah konversi: nol. Tidak satu pun dari tujuh ribu lebih klik itu berubah menjadi prospek nyata. Inilah jebakan paling mahal dalam beriklan di Google, yaitu tertipu oleh metrik yang terlihat bagus tapi tidak menghasilkan uang. Anggaran habis, laporan terlihat meyakinkan, tetapi telepon tidak berdering. Campaign lama itu menggunakan format otomatis yang menebar iklan seluas-luasnya demi klik murah, tanpa pernah memastikan bahwa yang mengklik adalah orang yang benar-benar butuh kusen aluminium, dan tanpa jalur yang jelas bagi mereka untuk menghubungi bisnis ini.
Pendekatan Kami
Kami tidak menambal campaign lama, kami menggantinya. Alih-alih mengejar klik semurah mungkin, kami membangun campaign pencarian yang menyasar kata kunci dengan niat beli yang tegas, orang yang sedang mencari kusen, pintu, dan jendela aluminium untuk kebutuhan nyata, lalu mengarahkan mereka langsung ke percakapan WhatsApp. Konsekuensinya, biaya per klik naik dari Rp 374 menjadi Rp 8.435, dan sepintas ini terdengar seperti kemunduran. Tapi justru di sinilah letak perbedaannya: klik yang mahal namun berujung konversi jauh lebih berharga daripada klik murah yang tidak berujung ke mana-mana. Hasilnya berbicara sendiri. Dengan jumlah klik jauh lebih sedikit, hanya 487 dibanding 7.609, campaign baru menghasilkan 37 konversi, sementara campaign lama menghasilkan nol. CTR pun naik ke 9,42%, menandakan iklan kini muncul di pencarian yang benar-benar cocok. Sebagai jasa Google Ads untuk bisnis manufaktur dan konstruksi, kami menolak menilai keberhasilan dari metrik yang enak dipandang tapi kosong maknanya. Satu-satunya angka yang benar-benar penting bagi pemilik bisnis adalah berapa banyak calon pembeli yang benar-benar menghubungi. Kasus ini menjadi pengingat paling jujur bahwa iklan yang murah belum tentu iklan yang menguntungkan, dan bahwa memperbaiki arah jauh lebih menentukan daripada sekadar mempercepat langkah ke arah yang salah.
Hasil
Campaign warisan pengelola lama: 7.609 klik, CTR 8,41%, biaya per klik hanya Rp 374, tapi nol konversi.
Setelah dirombak: hanya 487 klik, tapi menghasilkan 37 konversi nyata lewat percakapan WhatsApp.
Membuktikan bahwa klik murah yang tidak berkonversi jauh lebih mahal daripada klik mahal yang menghasilkan prospek.
Layanan terkait
Studi kasus Google Ads lainnya
Importir & Distributor Genset
142 Konversi
142 konversi dari 285 ribu tayangan untuk produk industrial bernilai tinggi, dengan biaya Rp 31 ribu per prospek.
Lihat studi kasus →Layanan Hosting & Web
175 Konversi
175 konversi dengan biaya hanya Rp 792 per konversi, salah satu biaya akuisisi paling murah di seluruh portofolio kami.
Lihat studi kasus →Cari tahu di mana brand Anda bocor
Mulai dengan Brand Audit, 30 menit untuk memetakan kondisi brand Anda dan langkah yang tepat berikutnya. Gratis, tanpa komitmen.
