Cara Membuat Tagline Yang Benar Disertai Contoh

Cara Membuat Tagline Yang Benar Disertai Contoh

Tagline adalah susunan kata-kata atau kalimat pendek untuk menawarkan janji (brand promise) ke konsumen. Apapun brand-nya, apakah itu personal, produk, organisasi, komunitas ataupun wilayah, sebaiknya tetap memiliki tagline. Cara membuat tagline juga perlu memperhatikan janji yang ditawarkan.

Tagline berperan sebagai peluru stimulus yang “ditembakan” ke alam bawah sadar sehingga konsumen selalu ingat dengan brand dan bisa membedakan produk Anda dengan pesaing. Agar itu terjadi maka tagline harus memukau atau menggugah sisi emosional konsumen.

Tagline yang benar juga bisa membangun loyalitas karyawan dengan mengingat janji brand terhadap konsumen, karyawan bisa termotivasi memberikan pelayanan untuk memenuhi janji tersebut.

Banyak sekali artikel di internet yang menjelaskan tentang tagline, namun hanya dalam ranah tips atau contoh dari brand global yang cukup sulit diterapkan oleh Sahabat UKM. Melalui artikel ini, saya akan coba memandu bagaimana cara membuat tagline untuk bisnis dengan langkah yang benar disertai contoh tagline dari brand lokal.

Proses Membuat Tagline

Tagline haruslah relevan dengan brand, karena memudahkan calon pelanggan untuk mengingat siapa Anda, apa yang dijual, apa yang membuatnya unggul dibanding penjual sejenis. Maka kita harus benar-benar mendefinisikan terlebih dahulu Brand Positioning kita.

Brand Positioning adalah persepsi brand dibenak konsumen. Mudahnya, apa yang dibayangkan orang orang ketika nama brand Anda disebutkan?

Jika ingin menentukan positioning, peras USP (Unique Selling Propositiong) terlebih dahulu, temukan apa yg menjadi keunggulan utama.

Jadi urutannya begini: USP > Positioning > Tagline

Oh iya, pastikan sudah memiliki nama ya, kalau belum, silahkan baca panduan ini: Cara Membuat Nama Brand Dengan 7 Langkah

Menentukan USP

USP adalah Unique Selling Proposition, atau mudahnya, keunikan dari nilai tambah Sahabat UKM dibanding pesaing.

Kuncinya adalah apa nilai tambah yang ditawarkan sehingga mampu tampil beda dari pesaing.

Perjelas nilai tambah, hindari nilai tambah “lebih murah” atau “lebih berkualitas” karena mudah untuk disaingi.

Temukan nilai tambah yang memang hanya sahabat UKM yang bisa melakukannya.

Banyak poin lain seperti fungsi, ciri khas daerah, kekhususan, pelayanan, bahan baku, dan proses pembuatan.

Contoh:

  • KFC memiliki nilai tambah di bahan baku dengan “resep rahasia”-nya,
  • McDonalds memiliki nilai tambah di proses pembuatan yang cepat dan tersistem,
  • HawaGym memiliki nilai tambah di kekhususan dengan layanan gym khusus wanita,
  • Joger memiliki nilai tambah di ciri khas daerah dan kekhususan dengan “hanya ada di Bali”.

Jadi, apa nilai tambah yang Anda tawarkan ke konsumen dan sulit disaingi kompetitor?

Menentukan Positioning

Jika keunggulan sudah ditemukan, maka akan mudah menentukan Brand Positioning.

Untuk mempermudah menentukan positioning, bisa gunakan kalimat dibawah ini:

Saya membantu [target market] yang ingin [masalah yang dihadapi] dengan cara [nilai inti] yang [nilai tambah]

Penjelasan,

  • Target market: karakteristik calon konsumen (anak muda, sosialita, milenial dsb)
  • Masalah yang dihadapi: alasan konsumen menggunakan produk atau jasa Sahabat UKM
  • Nilai inti: manfaat utama dari produk atau jasa yang ditawarkan
  • Nilai tambah: USP yang dimiliki Sahabat UKM

Beberapa contoh kalimat posisi brand dengan text diatas:

  • Saya membantu “anak muda” yang ingin “makan sambil ngumpul bareng temen” dengan cara “menyediakan tempat makan” yang “memiliki wifi kencang tanpa gangguan”.
  • Saya membantu “mamah muda” yang ingin “selalu tampil cantik” dengan cara “menyediakan kosmetik pilihan terbaik” yang “terbuat dari bahan alami dari Jepang”.
  • Saya membantu “pemain musik indie” yang ingin “menyebarkan popularitasnya” dengan cara “membuka distro dan clothing” yang “memiliki desain dengan sentuhan ciri khas daerah band tersebut”.

Bentuk kalimat positioning bukanlah hal yang baku, dapat disesuaikan dengan kreasi Sahabat UKM, setidaknya mengandung kebutuhan konsumen, nilai inti dan nilai tambah.

Kalau USP dan Positioning sudah clear, sekarang kita membuat Tagline.

Membuat Tagline

Positioning adalah “what to say” Tagline adalah “how to say”.

Tagline harus mampu membuat orang berhenti untuk menjadi aware dengan Brand Anda, mampu membuat efek kejut atau “Aha moment”, dan mudah diingat.

Contoh Tagline:

  • Saya membantu “anak muda” yang ingin “makan sambil ngumpul bareng temen” dengan cara “menyediakan tempat makan” yang “memiliki wifi kencang tanpa gangguan”.
    Tagline: Semakin dekat, semakin terhubung
  • Saya membantu “mamah muda” yang ingin “selalu tampil cantik” dengan cara “menyediakan kosmetik pilihan terbaik” yang “terbuat dari bahan alami dari Jepang”.
    Tagline: Sebebas Sakura
  • Saya membantu “pemain musik indie” yang ingin “menyebarkan popularitasnya” dengan cara “membuka distro dan clothing” yang “memiliki desain dengan sentuhan ciri khas daerah band tersebut”.
    Tagline: Mengakarr!!

Cara membuat tagline memang bukan hal yang mudah jika ingin tagline-nya benar benar berguna. Banyak sekali kasus dimana tagline hanya sekedar tag-line, barisan kata yang dibuat dan dilupakan, padahal jika cara membuat tagline-nya benar, maka konsumen bisa terpukau, karyawan bisa lebih semangat karena mengetahui apa yang harus dilakukan.

Sekarang cobalah pada bisnis Anda… Let’s make them feel awesome!

Tinggalkan komentar