Sebagai branding agency yang melayani banyak UKM, kami sering menerima pertanyaan bagaimana cara membuat slogan atau tagline yang bagus, bagaimana agar terdengar keren, dan apa pentingnya slogan atau tagline dalam bisnis.

Banyak sekali artikel di internet yang menjelaskan tentang cara membuat slogan atau tagline, namun hanya dalam ranah tips atau saran slogan yang baik itu seperti apa.

Melalui artikel ini, kami ingin memandu Anda, bagaimana cara membuat slogan atau tagline untuk bisnis dengan langkah yang benar.

Iya, dengan benar. Sebagaimana yang kami lakukan untuk Sahabat UKM yang menjadi klien kami.

Karena berbicara langkah, maka akan ada uturan yang harus dilalui, mulai dari memahami pengertian dan peran slogan atau tagline dalam bisnis, proses merancang slogan dan tagline serta apa saja syarat slogan atau tagline yang efektif.

Apa yang dimaksud dengan Slogan/Tagline dan apa perannya dalam bisnis?

Tagline adalah istilah dalam bahasa inggris, sedangkan Slogan bahasa Indonesianya. Sederhananya adalah, slogan atau tagline adalah kalimat singkat berisi janji (brand promise) yang kita tawarkan ke konsumen.

Apapun brand-nya, apakah itu personal, produk, organisasi, komunitas ataupun wilayah, tetap harus membutuhkan slogan. (untuk selanjutnya saya gunakan istilah slogan).

Slogan berperan sebagai peluru stimulus yang ditembakan ke alam bawah sadar sehingga konsumen ingat terus dengan brand Sahabat UKM. Agar itu terjadi maka slogan harus memukau atau menggugah sisi emosional konsumen.

Slogan juga bisa membangun loyalitas karyawan, dengan mengingat janji brand terhadap konsumen, karyawan bisa termotivasi untuk memberikan pelayanan untuk memenuhi janji tersebut.

Untuk kebutuhan internal, slogan juga sering disebut motto atau jargon yang intinya sama.

Proses Membuat Slogan atau Tagline

Slogan itu harus relevan dengan brand, maka kita harus mendefinisikan terlebih dahulu apa Positioning kita.

Positioning adalah persepsi produk dibenak konsumen.

Jika ingin menentukan positioning, peras USP kita, temukan apa yg menjadi keunggulan utama.

Jadi urutannya: USP > Positioning > Tagline

Menentukan USP

USP adalah Unique Selling Proposition, atau mudahnya, keunikan Sahabat UKM dibanding pesaing.

Kuncinya adalah apa nilai tambah yang ditawarkan sehingga mampu tampil beda dari pesaing.

Perjelas nilai tambah, hindari nilai tambah “lebih murah” atau “lebih berkualitas” karena mudah untuk disaingi.

Temukan nilai tambah yang memang hanya sahabat UKM yang bisa melakukannya.

Banyak poin lain seperti fungsi, ciri khas daerah, kekhususan, pelayanan, bahan baku, dan proses pembuatan. Contoh:

  • KFC memiliki nilai tambah di bahan baku dengan “resep rahasia”-nya,
  • McDonalds memiliki nilai tambah di proses pembuatan yang cepat dan tersistem,
  • HawaGym memiliki nilai tambah di kekhususan dengan layanan gym khusus wanita,
  • Joger memiliki nilai tambah di ciri khas daerah dan kekhususan dengan “hanya ada di Bali”.

Jadi, apa nilai tambah yang ditawarkan ke konsumen dan sulit disaingi kompetitor?

Menentukan Positioning

Jika keunggulan sudah ditemukan, maka akan mudah menentukan posisi brand (positioning).

Untuk mempermudah menentukan positioning, bisa gunakan kalimat dibawah ini:

Saya membantu [target market] yang ingin [masalah yang dihadapi] dengan cara [nilai inti] yang [nilai tambah]

Penjelasan,

  • Target market: karakteristik calon konsumen (anak muda, sosialita, milenial dsb)
  • Masalah yang dihadapi: alasan konsumen menggunakan produk atau jasa Sahabat UKM
  • Nilai inti: manfaat utama dari produk atau jasa yang ditawarkan
  • Nilai tambah: USP yang dimiliki Sahabat UKM

Beberapa contoh kalimat posisi brand dengan text diatas:

  • Saya membantu “anak muda” yang ingin “makan sambil ngumpul bareng temen” dengan cara “menyediakan tempat makan” yang “memiliki wifi kencang tanpa gangguan”.
  • Saya membantu “mamah muda” yang ingin “selalu tampil cantik” dengan cara “menyediakan kosmetik pilihan terbaik” yang “terbuat dari bahan alami dari Jepang”.
  • Saya membantu “pemain musik indie” yang ingin “menyebarkan popularitasnya” dengan cara “membuka distro dan clothing” yang “memiliki desain dengan sentuhan ciri khas daerah band tersebut”.

Bentuk kalimat positioning bukanlah hal yang baku, dapat disesuaikan dengan kreasi Sahabat UKM, setidaknya mengandung kebutuhan konsumen, nilai inti dan nilai tambah.

Penjelasan lebih lengkap bagaimana membuat posisi brand (positioning) bisa lihat disini: Cara Membuat Nama Brand Dengan 7 Langkah

Kalau USP dan Positioning sudah clear, sekarang kita bikin Slogan/Tagline.

Positioning adalah “what to say” Tagline adalah “how to say”.

Slogan atau Tagline harus mampu membuat orang berhenti lalu aware dengan Brand Anda, mampu membuat efek kejut atau “Aha moment”, dan mudah diingat.

Contoh,

  • Saya membantu “anak muda” yang ingin “makan sambil ngumpul bareng temen” dengan cara “menyediakan tempat makan” yang “memiliki wifi kencang tanpa gangguan”.
    Slogan: Semakin dekat, semakin terhubung
  • Saya membantu “mamah muda” yang ingin “selalu tampil cantik” dengan cara “menyediakan kosmetik pilihan terbaik” yang “terbuat dari bahan alami dari Jepang”.
    Slogan: Sebebas Sakura
  • Saya membantu “pemain musik indie” yang ingin “menyebarkan popularitasnya” dengan cara “membuka distro dan clothing” yang “memiliki desain dengan sentuhan ciri khas daerah band tersebut”.
    Slogan: Mengakarr!!

Sekarang cobalah pada bisnis Anda… Let’s make them feel awesome!